Sunday, December 16, 2012

Fakta Kosmetik


                Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. 
                Defenisi kosmetik dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 220/MenKes/Per/X/1976 tanggal 6 september 1976 yang menyatakan bahwa kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan, atau disemprotkan pada, dimasukkan ke dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa, dan tidak termasuk golongan obat (Wasitaatmadja, 1997).
                Patut diketahui bahwa sudah banyak kosmetika yang beredar ternyata mengandung bahan kimia yang berbahaya seperti zat pewarna, merkuri, hidrokinon, asam retinoat, dan semacamnya. Berikut Bahan-Bahan Kimia Berbahaya dalam Kosmetik :
- Zat pewarna merah K10 misalnya, atau yang kerap dikenal dengan Rhodamin B, merupakan zat sintetis yang biasanya digunakan untuk mewarnai kertas, tinta maupun tekstil.
- Zat Rhodamin B tersebut sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan iritasi saluran pernafasan dan juga merupakan zat karsinogenik atau zat yang menjadi pemicu timbulnya kanker.
- kadar Rhodamin yang tinggi bisa menyebabkan kadar kerusakan pada hati (liver). Oleh sebab itu, ketika hendak membeli kosmetik sebaiknya kenali terlabih dahulu produk yang akan dibeli, terutama yang terkait dengan kandungan bahan kimia didalamnya.
- Merkuri dapat menimbulkan akibat seperti perubahan warna kulit yang bisa menjadi bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin.
- Bahan retinoic acid atau asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, cacat pada janin (teratogenik).
Akibat yang bisa terjadi bila terus dikonsumsi, ada yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada beberapa organ tubuh seperti otak, ginjal dan susunan syaraf dan untuk itu kita harus bias memilih kosmetik yang baik bagi kesehatan agar terhindar dari hal-hal yang kita tida inginkan. Berikut ada beberapa tips untuk memilih kosmetik :
1. Mencari Tahu Review Produk
Browsing di internet tentang review produk dari konsumen atau cari tau melalui teman yang sudah pernah menggunakan. Ini penting karena reaksi produk akan berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang harus menyesuaikan diri lebih dulu hingga menimbulkan jerawat, ada yang memang iritasi dan berjerawat karena tidak cocok.
 2. Lihat Kandungan Produk
Beberapa konsumen yang melakukan review ada yang bersedia memberikan informasi kandungan produk dan ada yang tidak. Bila ingin lebih jelas, tanyakan pada BA (beauty advisor/konsultan kecantikan) produk tersebut
 3. Cek Harga
Lakukan survey harga pada beberapa tempat penjualan. Terkadang ada lokasi penjualan tertentu yang memberikan penawaran istimewa dengan harga di bawah harga normal.
 4. Minta Sample
Usahakan anda bisa meminta sample produk. Anda tentu tidak ingin menyia-nyiakan rupiah anda dengan hasil yang mengecewakan bukan? Beberapa outlet menawarkan sample dengan gratis, tapi ada juga yang tidak. Atau bila anda rela sedikit berkorban, beberapa outlet menyediakan set miniatur yang lebih murah.
 5. Sesuaikan Dengan Kemampuan dan Kebutuhan
Kembali ke poin tiga, setelah mengecek harga, sesuaikan dengan kemampuan. Apabila kemampuan anda terbatas tapi tergoda ingin mencoba, sesuaikan dengan kebutuhan apakah anda memang perlu membelinya. Perhatikan juga resiko iritasi kulit. Jangan sampai anda terlanjur iritasi dan lebih repot penanganannya.
Semoga dapat bermanfaat J

No comments:

Post a Comment