Saturday, November 17, 2012

Dampak Karbon Bagi Kesehatan


Karbon memainkan peran yang besar dalam kehidupan manusia. Penggunaan karbon, atom karbon, sifat karbon, hidrokarbon, struktur karbon, serat karbon, karbon monoksida, untuk menemukan fakta menakjubkan. Kata karbon berasal dari kata Latin carbo, yang berarti batubara, Karbon adalah suatu unsur kimia dengan simbol C dan nomor atom 6, dengan 4 elektron valensi yang akan digunakan untuk membentuk ikatan kovalen. Karbon ditemukan di atmosfer. Bumi dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Meskipun hanya membuat sebuah persentase kecil dari atmosfer memainkan peran penting, termasuk yang digunakan oleh tanaman selama fotosintesis. Serat karbon adalah bahan yang kuat yang terdiri dari serat tipis yang terbuat sebagian besar terdiri dari atom karbon yang terikat bersama-sama dalam kristal mikroskopis. Karbon monoksida (CO) sangat beracun bagi manusia. Terbentuk dalam kondisi ketika tidak ada cukup oksigen untuk membentuk karbon dioksida (CO2).  Keracunan karbon monoksida adalah jenis yang paling umum dari keracunan yang fatal.
Dampak karbon  terhadap kesehatan manusia :
·         Apabila karbon/karbonmonoksida terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang akan dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolisme, ikut bereaksi secara metabolisme dengan darah. Gas CO bereaksi dengan darah (hemoglobin) :
Hemoglobin + O2 –> O2Hb (oksihemoglobin)
Hemoglobin + CO –>  COHb (karboksihemoglobin)
·         Penurunan kesadaran sehingga terjadi banyak kecelakaan, fungsi sistem kontrol syaraf turun serta fungsi jantung dan paru-paru menurun bahkan dapat menyebabkan kematian. Waktu tinggal CO dalam atmosfer lebih kurang 4 bulan.
Keracunan gas karbon monoksida dapat ditandai dari keadaan ringan, berupa pusing, rasa tidak enak pada mata, sakit kepala, dan mual. Keadaan yang lebih berat dapat berupa detak jantung meningkat, rasa tertekan di dada, kesukaran bernafas, kelemahan otot-otot, gangguan pada sisten kardiovaskuler, serangan jantung sampai pada kematian.
Kesimpulan :
Sudah kita ketahui dampak karbon dalam kesehatan, dengan begitu mari kita bersama mengurangi dampak karbon dalam kehidupan sehari hari, dengan upaya seperti berikut :
  • industri maupun kendaraan bermotor diberikan batasan emisi karbon yang diperbolehkan. 
  • menggunakan pajak polusi dan carbon emission trading. Dengan metode ini, industri akan dikenakan biaya setiap jumlah karbon yang dihasilkan.
  • diperlukan serangkaian program tambahan untuk memperkuat fondasi kebijakan ramah lingkungan, seperti pembatasan jumlah kendaraan bermotor tiap keluarga, penambahan dan perbaikan angkutan transportasi publik. Kegiatan reboisasi juga harus kembali digiatkan, untuk mereduksi dampak negatif emisi karbon.
  • mencoba menarik partisipasi masyarakat untuk beralih ke angkutan transportasi publik, tidak membakar sampah di tempat terbuka, dan menggiatkan penanaman tanaman hijau.
Dengan kita bersama sama mengurangi karbon dalam kesehatan, terlebih kita membantu pengembalian bumi yang indah kembali yang segar tanpa karbon di udara yang melebihi kapasitas normal sehingga berbahaya.



Sumber :
http://wanibesak.wordpress.com/2011/11/04/fakta-karbon/

http://green.kompasiana.com/iklim/2010/09/02/menangani-permasalahan-emisi-karbon-di-kota/

http://news.okezone.com/read/2010/11/11/337/392072/redirect

http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_lingkungan/karbonmonoksida-dan-dampaknya-terhadap-kesehatan/

http://putraprabu.wordpress.com/2008/12/29/dampak-karbon-monoksida-co-terhadap-kesehatan/

http://www.slideshare.net/desyips/manfaat-hidrokarbon-dalam-kehidupan-sehari-hari



Thursday, November 15, 2012

Kesetimbangan Dengan Alam

Efek “skala besar” zat

Walaupun sukar untuk meramalkan arah dan lingkup perkembangan kimia abad 21, jelas bahwa kimia di abad 21 harus menjaga kesetimbangan yang baik dengan alam. Lebih lanjut, kimia harus mengembalikan lingkungan yang pada derajat tertentu telah rusak. Kimia dan industri kimia sebelum pertengahan abad 20 dibiarkan berkembang tanpa batasan dan pertanggungjawaban. Kerusakan yang diakibatkan oleh perkembangan itu meluas di mana-mana.
Baru pada pertengahan abad 20 itulah kita menyadari bahwa kita telah kehilangan banyak akibat perkembangan industri kimia yang cepat dan ekstensif. Tetapi orang yang menyadari masalah ini masih sedikit. Lebih-lebih, tanggapan pemerintah dan masyarakat ilmiah tidak juga segera. Namun, untungnya dengan waktu orang menyadari bahwa ada masalah.
Di awal gerakan lingkungan, efek langsung seperti kerusakan lingkungan di dekat pabrik yang menjadi perhatian. Perlu beberapa waktu sebelum orang mengkritisi industrinya.
Indikasi awal dampak kerusakan lingkungan oleh produk tertentu bukan polusi di daerah industri atau perkotaan, tetapi kerusakan alam yang lebih luas yang diisukan oleh ekologis Amerika Rachel Carson (1907-1964). Ia mempublikasikan buku “Silent Spring” (Gambar 14. 3) di tahun 1962 yang kemudian menjadi buku terlarus di berbagai negara. Buku ini dengan jelas memaparkan dampak penggunaan bahan kimia yang berlebihan di pertanian, khususnya bahan kimia yang mengandung khlorin.
Gambar 14.3 Buku “Silent Spring” yang memberi peringatan pada dunia.
Kemudian dampak defolian (zat yang digunakan untk menggugurkan daun) yang digunakan dalam Perang Vietnam oleh tentara Amerika menjadi isu sosial yang serius. Isu yang lebih serius sekarang adalah kerusakan lapisan ozon oleh freon dan efek rumah kaca (pemanasan global) yang disebabkan oleh karbondioksida. Masalah pemanasan global sangat berkait dengan masalah energi. Berapa banyak energi yang dapat dan harusnya kita gunakan adalah masalah serius yang menantang kita.
Ada poin umum dalam masalah-masalah yang didiskusikan di atas. Sebab utama adalah fakta bahwa jumlah zat yang melimpah telah didifusikan ke lingkungan. Sejumlah kecil bahan pertanian, freon atau defolian yang dibuat di laboratorium mungkin tidak akan berakibat serius bila terdifusi ke lingkungan. Kerusakannya akan terlokalisasi. Namun, bila zat ini diproduksi dalam skala raksasa dan didifusikan di seluruh dunia, akan muncul masalah serius. Mungkin dapat kita sebut “efek skala besar” yang disebabkan difusi zat kimia.
Untuk memprediksi “efek skala besar” suatu zat, pengetahuan yang didapatkan dari mempelajari kimia molekular sejumlah kecil zat tidak akan cukup. Sebelum memproduksi dan mendifusikan sejumlah besar zat, orang yang menggunakan dan kimiawan yang membuatnya harus tahu dan mempertimbangkan apa yang akan terjadi bila sejumlah besar zat itu dilepaskan ke lingkungan.

Kimia lingkungan

Usaha-usaha untuk melindungi bumi dari kerusakan lebih lanjut melahirkan cabang kimia baru, yakni kimia lingkungan. Apa yang dapat kimia lakukan untuk memperbaiki lingkungan bergantung pada situasinya. Dalam isu kerusakan lapisan ozon, kimia memerankan peran menentukan dari awal. Kimiawanlah yang mendeteksi adanya masalah dan yang mengusulkan metoda untuk memecahkan masalah ini. Sudah sejak tahun 1974, kimiawan Amerika Sherwood Roland (1927-) memprediksikan kemungkinan destruksi lapisan ozon. Kebenarannya dibuktikan tahun 1985, dan isu ini kemudian berpindah dari kimia ke politik. Setelah banyak diskusi dan negosiasi, persetujuan final dicapai di skala dunia, dan diputuskan melarang penggunaan freon.
Gambar 14.4 F. Sherwood Rowlan d (1927-)
Pemenang Nobel Kimia (1995)
Di tahun 1995, hadiah Nobel kimia dianugerhakan ke tiga kimiawan termasuk Rowland yang telah memberikan sumbangan bear pada kimia lingkungan. Merupakan hal penting bahwa kimiawan dalam bidang kimia baru ini diberi hadiah Nobel. Ini juga menunjukkan bahwa dunia mulai mengenal pentingnya kimia lingkungan.
Peran kimia dalam isu energi juga sangat besar. Perlu segera dilakukan reduksi konsumsi bahan bakar fosil untuk menjaga lingkungan dan sumber daya alam. Kimia dapat menyumbangkan banyak hal untuk memecahkan isu energi dengan memproduksi sel surya yang efisien atau dengan mengembangkan kimia C1 yang bertujuan mengubah senyawa satu atom karbon seprti karbon dioksida menjadi bahan bakar, dsb.

Sebagai kesimpulan, peran kimia adalah untuk mengendalikan agar masyarakat berkelanjutan dapat dicapai. Masyarakat berkelanjutan adalah slogan yang indah. Namun, untuk mencapainya bukan hal sederhana. Kita percaya kimia dapat berkontribusi besar untuk merealisasikan masyarakat berkelanjutan itu.