Monday, December 10, 2012

Gunakan Amoksisilin Secara Bijak


Amoksisilin (amoxicillin) adalah antibiotik yang paling banyak digunakan. Hal ini karena amoksisilin cepat diserap di usus dan efektif untuk berbagai jenis infeksi.
Amoksisilin dapat digunakan untuk pengobatan infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan, gigi, saluran genitourinaria, kulit dan struktur kulit, dan saluran pernapasan. betZat aktif dalam amoksisilin, beta-laktam, mencegah sintesis dinding sel bakteri dengan menghambat enzim DD-transpeptidase bakteri. Akibatnya, bakteri tidak dapat berkembang biak. 
Amoksisilin tidak boleh digunakan pada pasien yang hipersensitif/alergi terhadap penisilin. Pasien yang memiliki asma, eksim, gatal-gatal, atau demam mungkin berisiko lebih besar untuk reaksi hipersensitivitas terhadap amoksisilin dan penisilin pada umumnya.
Efek samping
Amoksisilin memiliki beberapa efek samping. Kebanyakan efek samping cukup ringan, namun meningkat menurut dosis dan lama penggunaan. Kebanyakan reaksi yang merugikan disebabkan oleh fakta bahwa amoksisilin tidak hanya membunuh bakteri patogen tetapi juga bakteri baik yang merupakan flora alami usus. Efek samping potensialnya meliputi mual dan muntah, sakit perut, diare, gangguan pencernaan (dispepsia), dubur gatal dan reaksi alergi
Gejala alergi Amoksisilin
Reaksi alergi terhadap amoksisilin bervariasi tergantung pada sistem tubuh yang terpengaruh. Kulit dapat bereaksi dengan menjadi merah atau gatal bentol-bentol.Beberapa reaksi menyebabkan lepuhan kulit yang bisa mengelupas.Gejala pencernaan sulit untuk ditentukan karena banyak pasien mengalami ketidaknyamanan pencernaan saat minum antibiotik.
Reaksi lebih serius mempengaruhi sistem pernafasan dan mungkin termasuk pembengkakan pada bibir, wajah, lidah dan trakea. Jenis reaksi yang disebut anafilaksis. Selama reaksi anafilaksis, tekanan darah pasien bisa turun dengan cepat, menyebabkan pusing dan shock.
Tips
Ambil obat persis sesuai arahan dokter Anda. Selesaikan pengambilan obat sampai habis, bahkan jika Anda sudah merasa infeksi telah hilang. Penghentian antibiotik di tengah jalan dapat menyebabkan infeksi datang kembali dan bakteri menjadi resisten.
Jika Anda lupa untuk meminum obat, segera minum setelah Anda ingat.
Jika Anda tidak merasakan perbaikan apapun setelah menyelesaikan pengobatan, konsultasi lagi dengan dokter.
Jika Anda mengembangkan kemerahan dan gatal di mulut atau vagina setelah mengambil amoksisilin, segera bicara dengan dokter atau apoteker untuk  mendapatkan saran.
Demikian, semoga bermanfaat. (Mahaditya Rangga)

No comments:

Post a Comment